Showing posts with label Puncak. Show all posts
Showing posts with label Puncak. Show all posts

09 January 2018

Puncak Makau2

Jreng. Jreng.. jreng... jreng.........
Nah, dibulan Oktober penuh hujan ini, tatkala gumpalan awan hitam mendung kerap menutupi langit yang mengancam, menghapuskan jejak jejak biru langit penuh belain cahaya matahari yang hangat. Seperti hari ini awan masih saja mendung mengantung rendah penuh ancaman akan turunnya hujan disekitar sumatera barat khusuanya sekitaran Gunung marapi yang menjadi titik ngumpul kami hari ini, ngumpul untuk melakukan "adventure" kecil setelah lumayan lama tak memanjakan badan dengan kebisuan alam yang menentramkan.

Ba'da Dzuhur semua anggota sudah lengkap, ada sekitar delapan oranglah (tak perlu sebutkan satu satu persatu lah, karena topik hari ini adalah tempat bukan anggotanya). Awan masih tersenyum simpul, mengancam akan menurunkan hujan kalau kaki kami berani melangkah keluar rumah. Tapi itu tak menyurutkan semangat 45 kami yang haus akan perjalanan bersama alam dan tetap memberanikan diri menggas sepeda motor, bialah awan mengancam yang kami perlukan hanya perjalanan. Mendekati perbatasan Padang Panjang dan Batipuah senyum kami mulai melebar karena mendungnya awan perlahan mulai berganti oleh cerahnya langit penuh cahaya matahari dan sederetan awan yang gembira riang menarikan sebuah tarian alam yang menentramkan.
Puncak makau 2 adalah tujuan kami kali ini, sebuah panorama bukit yang masuk dalam kawasan Guguak Malalo, Malalo, Batipuh Selatan (Batipuah Baruah), Sumatera Barat atau tepatnya sekitaran Singkarak. Puncak makau 2, sebuah bukik yang nantinya digadang gadang bakal jadi spot olahraga para layang dan melengkapi spot spot yang ada sebelumnya.
Bagian yang sangat kami sukai dari daerah sekitaran malalo adalah begitu dimanjakannya mata kami dengan paduan ciamik dari alam dan manusia (bahasa kecenya: perpaduan yang harmoni lah), tidak hanya ketenangan air danau Singkarak, tapi kami terpesona dengan susunan rapi sawah yang penuh dengan tabaman padi kiri kanan kami. Enaknya berkendaran santai sambil menikmati pemandangan yang begitu memanjakan (nah, belum sampai tujuan saja mata kami sudah begitu terpukau, tak terbayang dengan tujuan yang kami tuju: kala itu).



Jalanan santai ditepian danau singkarak yang memanjakan mata harus berganti dengan jalan menanjak dan berkelok kelok yang sumpah "asyik banget", tanjakan yang lumayan beserta tingkungan yang lumayan, terkadang memaksa kami (orang yang bonceng sih) harus turun dan jalan kaki, bahkan dibeberapa tempat kami harus mengistirahatkan motor kami yang "kelelahan" seperti kami (lah, mang naik motor lelah juga, jangan tanya). Tapi kejamnya tanjakan yang harus kami lewati terbayarkan dengan pemandangan indah sepanjang jalan, panorama Singkarak sangat memukau dan menjadi penyemangat kami untuk sampai puncak.


Ya, inilah puncak makau 2. Setelah perjalanan yang melelahkan kami sampai disini (atau orang bule bilang: we're here). Puncak makau 2, adalah satu dari begitu banyak bukit nan indah disekitaran Singkarak dan menambah perbendaraharaan kami mengenai bukit bukit indah singkarak. Perjuangan sampai puncak yang cukup melelahkan terbayarkan dengan hasil yang manis, seketika penat kami menguap tanpa jejak.


Bagian paling fenomenal dari puncak makau 2 ini adalah perpaduan yang ciamik antara bukik (satu sisi adalah padang ilalang yang indah, sisi satunya adalah spot yang bakal jadi spot paralayang dan spot lainnya adalah ilalang dengan batuan granik yang besar besar yang cocok dech buat photo photo), beningnya air singkarak yang tenang menentramkan, pemandangan akan Gunung Sago dan Gunung Marapi yang sudah tak tertutup awan dan menjulang tinggi, bahkan sesekali kami menyaksikan asap yang mengepul dari kawah dapur magma yang aktif, serta jejaran bukit barisan yang termasyur. Bahkan dari sini kami bisa mepihat singkarak secara keseluruhan dari satu ujung di Tanah Datar dan satu ujung lagi di Solok.



Kalau diera sekarang ini, ada yang kurang kalau moment seperti ini tidak melakukan aksi foto foto, sayang saja bagian yang yang mengangumkan ini tidak di capture dalam bingkai foto yang menjadi bukti kami pernah kesana (pokoknya kami datang, kami lihat dan kami foto foto lah). Lumayan dech buat kuota Instagram dan untuk kosumsi pribadi.



Bagian yang paling penting akan perjalan ini, ditempat ini, dipuncak makau 2 ini adalah tidak hanya pemandangan alam yang memanjakan mata, tapi dengan secangkir kopi, segenggam kacang dan kuaci serta gurihnya canda tawa adalah inti yang paling penting dari setiap perjalanan kami.
https://m.youtube.com/watch?t=6s&v=bXXt5AiThn0
-------Hargailah waktu yang dilewati dengan sahabat sahabat, karena saat sudah punya sahabat maka hidup sebagian besar sudah bahagia.
Share:

12 September 2017

TARUKO, tabiang takuruang ampek koto


TARUKO, tabiang takuruang ampek koto begitulah orang mengenalkannya kepada saya, taruko awalnya merupakan barisan bukit yang mengelilingi ngarai sianok, namun karna faktor alam (mungkin gempa bumi) mengakibatkan bukit tersebut terpisah dari barisan bukit yang mengelilingi ngarai sianok.

Share:

09 September 2017

Puncak Akasia Surga Tersembunyi di Sudut Danau Singkarak Part 2

Danau singkarak yang terhampar di dua kabupaten yaitu Solok dan Tanah Datar menjadi danau terbesar kedua di pulau Sumatera setelah danau Toba. Cekungan danau ini terbentuk akibat aktivitas tektonik atau pergeseran lempeng, sehingga tidak heran banyak perbukitan yang juga berada disekitarnya. Terlepas dari keindahan danaunya sendiri, begitu banyak spot-spot yang juga menarik disekitar danau Singkarak yang sayang kalau tidak dikunjungi, salah satunya Puncak Akasia.


Kami sangat tertarik untuk mengunjungi puncak ini, karena lokasi yang masih terjaga dan belum terlalu ter-expose. Pada suatu akhir pekan menjelang tengah hari kami mulai bersiap-siap untuk berangkat menuju Puncak Akasia, dengan membawa sedikit perlengkapan untuk sekedar ngopi-ngopi santai disana. Kemudian kami berangkat dari Panyalaian di Kab. Tanah Datar menuju puncak akasia yang berada di perbatasan antara Kab. Tanah Datar dan Kab. Solok. Perkiraan waktu perjalanan kesana sekitar 35 - 40 menit menggunakan motor.


Kami mulai perjalanan siang itu, melalui kota Padang Panjang, di tengah perjalanan kami berhenti untuk membeli cemilan secukupnya karena memang tempat yang kita tuju ini tidak terlalu jauh, tapi yang harus diperhatian kalau ke tempat ini adalah, usahakan membawa persediaan air yang banyak, karena tidak ada sumber air di Puncak Akasia ini.


Dalam perjalanan jika dari arah Padang Panjang kita akan melalui jalan ditepi danau Singkarak, sesampainya di gapura perbatasan Kab. Tanah Datar dan Kab. Solok terdapat persimpangan disebelah kiri, nah! dari situlah kita masuk menuju Puncak Akasia. Dari jalan tersebut kita akan masuk ke pendakian, setelah jalan aspal usai kita akan menempuh jalanan tanah yang bergelombang, jika saat hujan mungkin akan merepotkan jika ditempuh dengan motor, namun untunglah kami mendapati jalan kering dan cukup mudah dilalui.



Sampai disana kita telah dinanti oleh tuan rumah Puncak Akasia, hmmm, sangat kontras dengan pemandangan sekitar terlihat hanya sebatang pohon yang masih kokoh berdiri, yang kelihatannya sudah cukup tua, sangat indah karena juga disekitar pohon tersebut dikelilingi oleh ilalang yang cukup tinggi, kita bisa berteduh dibawah pohon ini karena ukurannya yang cukup besar dan memiliki dahan-dahan yang besar.




Saat baru sampai disana kami mulai menggantungkan hammock, dan bersantai sembari yang lain menyiapkan kopi. Keindahan puncak ini memang tidak diragukan lagi, kita bisa merasakan hembusan angin yang sejuk dan rindangnya berada dibawah pohon besar yang "men jomblo" ini.




Dari sini kita bisa melihat view yang beragam, seperti danau Singkarak dan gunung Marapi, gunung Singgalang yang bergandengan dengan gunung Tandikek, gunung Sago dan gunung Talang. Berada di Puncak Akasia ini membuat kita lupa waktu hingga senja pun tiba, kita bisa menikmati sunset dari ini. Setelah puas bersantai semari menikmati keindahan alam di Puncak Akasia ini, kami pun kembali pulang.

Itulah pengalaman kami saat mengunjungi Puncak Akasia. Semoga bisa menjadi salah satu pilihan untuk teman-teman untuk memanfaatkan liburan maupun akhir pekan.

“KEEP YOUR ADVENTURE SAFETY, SAVE OUR NATURE AND HAPPY” NIKMATI ALAM TANPA MERUSAK KEINDAHANNYA
Share:

05 September 2017

Bukit Sakura di Danau Manijau

Bukit Sakura munkin setelah membaca judul dari postingan ini terlintas dipikiran pembaca adalah sebuah bukit yang berada di negara jepang yang ditumbuhi dengan bunga bunga sakura yang terkenal dinegara jepang, melainkan masih di Negara kita sendiri "Indonesia". Bukit sakura merupakan sebuah daerah dengan perbukitan yang apabila orang orang datang ke tempat itu ketika sampai diatas puncaknya kita dapat dengan leluasa menyasikan suguhan pemandangan dari ketinggian yang sangat indah dan menakjubkan dengan berlatarkan sebuah danau yaitu Danau Maninjau yang terletak di Kabupaten Agam Sumatra Barat. Menurut informasi yang kami dapat lokasi ini dinamai puncak sakura karna dulu pernah seorang turis jepang datang kesini yang seperti menemukan keindahan bukit sakura di kampung halamannya, padahal tidak ada bunga sakura di bukit ini. 


Kami akan menceritakan perjalanan kami menuju Bukit Sakura sudut lain dari perbukitan melihat keindahan Danau Manijau, perjalanan kami mulai dari Bukittinggi. Pembaca pasti pernah mendengar nama objek wisata Puncak Lawang di Kecamatan Matur atau juga pernah mengunjungi tempat wisata ini. Perjalanan dari Bukittinggi menuju puncak lawang memakan waktu lebih kurang 45 menit perjalanan berkendara dan untuk sampai di  objek wisata puncak lawang, tapi tujuan kita bukan kepuncak lawang tetapi bukit sakura. Barang kali belum banyak orang tau dengan tempat ini, selain lokasinya cukup jauh dari jalan raya akses jalan menuju tempat ini juga tergolong sulit, karena jalan yang akan kita lalui merupakan jalan tembok cor semen.



Pejalanan akan lebih mudah kita lakukan dengan berkendara dengan sepeda motor karna jalan tergolong cukup sempit dengan coran semen dan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim juga, walau tidak semudah berkendara di jalanan aspal tetapi perjalanan ini memberikan tantangan tersendiri dan didalam perjalanan. Kita juga dapat menikmati pemandagan hutan yang hijau yang asri, bukit sakura berada di Jorong Data Munti atau Data Kaciak Kenagarian Baringin Kabupaten Agam yang terleta di atas perbukitan yang memberikan pemandagan yang menarik dan mempesona.



Setelah melewati jorong data munti sekitar sepuluh menit perjalan kita akan sampai di Bukit Sakura, disini kita dapat melihat hamparan keindahan seluruh danau maninjau dan perkampungan penduduk dengan tempat yang masih asri karna jarang ditempuh karna banyak yang tau tempat ini, selain keindahan danau manijau jika cuaca cerah kita juga dapat menikmati keindahan Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek yang berdiri kokoh bergandengan dan jangan lupa untuk mengabadikan setiap sudut keindahannya dengan sebuah foto.



Panorama bukit sakura juga dapat ditempuh dari arah danau maninjau tepatnya dari pasar ahad (pasar akaik), dari kampung jambu atau pun dari arah pasar palambayan. kalau kita dari arah manijau kita bisa singgah di kelok 44 dan juga dapat mampir untuk membeli oleh oleh tau makanan khas maninjau seperti pensi, palai rinuak, dll. Dan tidak bosannya kami mengigatkan nikmati keindahan alam dengan bijak, jaga setiap keindahannya karna kalau bukan kita menjaga siapa lagi.

“KEEP YOUR ADVENTURE SAFETY, SAVE OUR NATURE AND HAPPY” NIKMATI ALAM TANPA MERUSAK KEINDAHANNYA



Jagan lupa baca juga perjalanan kami yang lainnya, Terimakasih

By : TML Adventure
Share:

27 August 2017

Puncak Layang Layang

Berikut Ini merupakan kisah perjalanan kami beberapa waktu silam takkala kami berkumpul bersama sama bersenda gurau, bercerita  dengan secangkir kopi sebagai pemanis gurauan, seperti biasa kalau sudah berkumpul pasti selalu ada yang mengatakan kemana arah dan tujuan kita kali ini.  Nah, hal ini selalu membuat kami putar otak kemana tujuan kami kali ini dan akhirnya tujuan pun ditentukan ke arah danau singkarak. Sebuah danau yang terkenal di Sumatera Barat selain danau Maninjau.

Seperti yang kita ketahui danau singkarak terbentang luas dengan pemandangan danau dan perbukitan yang selalu memanjakan mata bagi penikmat alam maupun hanya bagi pengendara jalur lintas Padang Panjang---Solok atau sebaliknya. Nah, tujuan kami kali adalah kesalah satu bukit yang mengelilingi danau singkarak ini yaitu puncak layang layang---begitu lah warga sekitar menyebutnya. pejalanan menuju puncak layang layang dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor, hanya butuh waktu sekitar 45 menit dari Padang Panjang dengan kendaraan bermotor.


Kami pun memulai perjalanan kira kira jam 2 dari padang panjang langsung menuju danau singkarak, bersama sama bergiringan dengan sepeda motor dengan didukung cuaca yang cerah menambah semangat untuk perjalanan ini. seperti biasa, tak enak kalau tak membawa bekal sehingga kami pun berhenti sebentar untuk membeli beberapa perbekalan penambah nikmat cerita sampai di tujuan.

Sepanjang Perjalanan menuju puncak layang-layang ini akan disungguhi pemandangan yang menyejukan mata dengan hamparan persawahan nan hijau dan perbukitan yang indah sepanjang danau ini. Memasuki bibir danau, singkarak pun menyapa kami dengan riak  air danau seperti tarian selamat datang yang menyambut kedatangan kami. Tanjung mutiara laksana penyemangat yang menandakan tujuan kami sudah dekat---pintu masuk ke puncak layang lanyang sudah dekat, persimpangan dengan plang sekolah MTsSM Padang Luar Nagari III Koto Kecamatan Rambatan yang merupakan jalan menembus menuju Batusangkar adalah gerbang menuju surga ini.


Dari persimpanan, Perjalanan dilanjutkan kearah bukit melalui jalan tanjakan yang cukup terjal. Tapi sepanjang jalan menuju puncak yang kami tuju, akan diperlihatkan pemandangan danau singkarak yang malu malu ditutupi oleh pepohonan.  untuk mencapai ke puncak layang layang tidaklah terlalu sulit, meski jalur yang dilalui berupa jalan tanah yang bercampur kerikil bergelombang dan tanjakan yang terjal,  Akan lebih asik dan nyaman jika mengunakan motor Trail yang memang khusus untuk medan seperti ini.  Dari puncak ini, kita akan disuguhin oleh hamparan padang ilalang yang cukup luas dan danau Singkarak terbentang luas dibawahnya.  Setumpuk pohon pinus menjadi ciri khas tersendiri di atas bukit yang sangat ikonik.


Dari puncak bukit, mata kami benar benar dimanjakan oleh keindahan padang ilalang yang bergoyang harmonis oleh belaian lembut angin yang menyejukan diantara pohon pinus ditambah lagi dengan cuaca yang cukup bersahabat, mendukung keberadaan kami dipuncak ini. Bagaimanapun keindahan suatu tempat tak asyik kalau tak diabadikan. Dan kami pun tak lupa mengabadikan setiap sudut keindahan dengan jepretan foto foto kemenangan akan tempat ini. Satu hal yang takkan dilupakan dari tempat ini adalah pemandagannya benar benar lepas dan memberikan kepuasan tersendiri dalam perjalanan kali ini.

“KEEP YOUR ADVENTURE SAFETY, SAVE OUR NATURE AND HAPPY” NIKMATI ALAM TANPA MERUSAK KEINDAHANNYA"

Baca juga perjalanan kami yang lainnya, Terimakasih

By : TML Adventure
Share:

20 August 2017

Puncak Ahmad Sadin "Pesona Timur di Barat Indonesia"

Alam beserta isinya adalah karunia Tuhan yang maha esa, manusia hanyalah hamba yang diberikan karunia untuk memanfaatkannya, digunakan hasilnya dan dinikmati keindahannya. Tentu dengan cara bertanggung jawab, Jagalah alam maka ia akan memberikan hal yang baik untuk kita (keep the nature and it will give us a good feedback as a return). Mengenai keindahan alam, Singkarak adalah secuil keelokan dari ranah minang, ranah saksi cinta Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya yang melegenda. Singkarak adalah danau yang digadang gadang sebagai danau terbesar di Sumatera Barat dan termasuk no 7 danau terdalam di Indonesia.



Singkarak, sebuah danau di negeri seribu danau ini, juga memiliki kekhasan dari habitat ikan yang hanya dan berkembang di danau ini, ikan bilih adalah oleh oleh khas dari danau cantik ini. Namun, membahas singkarak tidak hanya soal danau cantik ini saja yang menjadi fokus bagi penikmat keindahan alam, akan tetapi juga wajib membahas jejaran bukik yang mengelilingi danau peninggalan cinta Hayati dan Zainudin ini. Bukit-bukit ilalang akan senang tiasa menari nari mengalahkan setiap tarian yang pernah diciptakan manusia.



Ada banyak bukit bukit indah yang mengelilingi danau indah ini, dan setiap bukit memiliki keindahannya masing masing yang tak bakal mudah dilupakan. Fokus kali ini adalah sebuah bukit ilalang nan cantik di Paninggahan solok, sebuah keindahan dari pertunjukkan ilalang nan asri.



Terletak di junjuang siriah, Paninggahan Kabupaten Solok, bukit ini menawarkan pesona savana yang indah, pesona yang umum didapatkan dibagian Timur Indonesia, namun kali ini di sajikan di Bagian barat Indonesia tepatnya di sumatera Barat.



Hanya butuh waktu sekitar satu jam dari kota Padang menuju daerah malalo tanah datar dan berlanjut kedaerah Paninggahan, bukit ini akan menampilkan pemandangan mempesona dari sisi lain keindahan singkarak. Bukit yang membuat pengunjung seolah olah sedang berada di Timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur.



Tidak hanya menampilkan sisi padang rumput yang indah, tapi pundak Ahmad sadin ini juga bakal menampilkan keindahan singkarak, gunung Marapi dan Gunung sago dari satu tempat, serta pemandangan dari bukit hijau dari hutan hujan dibagian lainnya yang menambah semarak keindahan dari tempat ini.



Untuk akses kesurga sumatera barat ini tak begitu sulit, hanya cukup melajukan kendaraan dari arah Padang Panjang menuju singkarak dan mengambil jalan kearah malalo terus lanjut kearah paninggahan hingga ke puncak ahmad sadin ini. Sepanjang jalan bakal dihadiahkan pemandangan yang sangat indah hasil perpaduan anatara keindahan singkarak dan barisan sawah sawah padi yang meanjakan mata. Perpaduan yang sangat harmonis.



Ahmad Sadin, sangat pas bagi para pencinta selfie ria untuk sosial media karena sangat instanable atau hanya untuk dinikmati keindahannya. Apapun tujuannya yang jelas adalah kita wajib menjaga kelestariannya agar pesona keindahan Timur di Barat Indonesia ini bisa bertahan dan melengkapi keindahan Sumatera Barat.



Share:

16 August 2017

Puncak Akasia "Tarian ilalang dari tanah Singkarak"

Kalau membahas Sumatera Barat pasti akan lekat dengan ciri khas orang Padang yang jago berdagang, atau masakannya yang paling terkenal di Indonesia (Tak heran kalau Rumah makan Padang ada di seluruh pelosok Indonesia). Namun Sumatera Barat juga memiliki keindahan alam yang tak kalah dari bagian Indonesia lainnya. Salah satu keindahan sumatera barat adalah suatu danau yang menjadi danau terbesar di daerah ini---Singkarak, danau terbesar yang terletak di jalur perlintasan antara Padang Panjang dan Solok ini menawarkan pemandangan yang indah apalagi dikelilingi bukit bukit barisan khas pulau Sumatera.

View singkarak dari puncak akasia
View singkarak dari puncak Akasia
Bukit bukit di Singkarak merupakan bukit ilalang yang indah, bukit yang membuat pemandangan indah adalah pesonannya. Salah satu bukit yang memiliki pemandangan indah dan rekomended untuk dinikmati keindahannya adalah sebuah bukit yang berada di jorong kacang, kabupaten solok. Sebuah bukit yang terkenal dengan nama Puncak Akasia dengan ciri khas ilalang yang indah.

Ilalang yang rimbun di puncak Akasia
Ilalang yang rimbun di puncak Akasia
Membahas tentang puncak Akasia jangan bayangkan bukit ini dipenuhi oleh pohon pohon akasia yang rimbun, tapi sebaliknya dibagian puncak ini tak kentara bahwa ada pohon akasia disana, hanya bukit yang indah yang dikelilingi padang ilalang yang  indah. Ilalang yang tinggi yang mencapai bahu orang dewasa.

View menawan di puncak Akasia
View menawan di puncak Akasia
Berada di jorong kacang, kabupaten Solok atau tepatnya diperbatasan antara Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, puncak ini menambah deretan indah dari bukit bukit penghuni danau singkarak. Menawarkan pemandangan yang unik dibandingkan tempat lainnya di Sumatera Barat yang umumnya adalah berisi hutan hujan dengan ciri khas pohon pohon besar. Tapi Puncak Akasia dihiasi ilalalng yang umumnya ditemukan didaerah savana di jawa atau timur indonesia.

View terbuka yang memanjakan mata di puncak Akasia
View terbuka yang memanjakan mata di puncak Akasia
Hal yang menjadi bagian spesial dari bukit ini adalah adanya sebuah pohon besar ditengah tengah padang ilalang di puncak bukit ini, pohon yang sangat ikonik. Bukan pohon akasia yang menjadi nama tempat ini, melainkan sejenis pohon jambu yang besar dan kokoh. Tempat berlindung dari ciuman menyengat dari matahari dan tempat ber-hammock diantara dahan dahan pohon yang koko ini.

Pohon yang seolah menjadi "Tuan Rumah"  di puncak Akasia
Pohon yang seolah menjadi "Tuan Rumah"  di puncak Akasia
Tidak akan bosan menghabiskan waktu  di puncak Akasia
Tidak akan bosan menghabiskan waktu  di puncak Akasia


Bagian yang paling menarik dari puncak ini adalah bukan hanya pemandangan ilalang yang disajikan. Tapi alam menyajikan perpaduan yang indah antara indahnya  padang ilalang dengan pohon yang menjadi ikonnya, pemandangan singkarak dibagian bawahnya, bukit bukit yang bergelombang menawarkan harmoni indah dari barisan bukit barisan serta pemandangan lima buah gunung (Marapi, Singgalang, Tandikek, Sago dan Talang)  yang menjulang tinggi, kokoh menjaga tanah peninggalan datuak parapatiah nan sabatang dan datuak katumangguangan ini. Sebuah perpaduan yang harmoni dari alam sumatera barat.

Santai dan nikmati hembusan angin sepoi-sepoi dibawah pohon rindang di puncak Akasia
Santai dan nikmati hembusan angin sepoi-sepoi dibawah pohon rindang di puncak Akasia

Saksikan sunset yang indah di puncak Akasia
Saksikan sunset yang indah di puncak Akasia
Adiak manyuruak di lalang salai, disalo samak bayang nampak juo, usah bakilah ka bakah denai, dibatin nan ko adiak lah tiado”.  Hah, jadi jangan membawa ceweknya yang sedang dicurigai kesini, karena ilalangnya tidak sahalai, jadi susah mencari kalau daia sembunyi disini gengs. Hahahaahaaa.Tapi yang jelas cintailah negeri ini, jangan curigai negeri ini, jagalah keindahnnya agar tetap terjaga sampai kapanpun. INGAT, KEINDAHAN INI BUKAN WARISAN YANG BAKAL KITA KASIH UNTUK ANAK CUCU KITA NANTINYA, TAPI ADALAH HUTANG YANG BAGAIMANA HUTANG HARUS KITA KEMBALIKAN SEPERTI SEMULA DAN KALAU BISA LEBIH INDAH.

Sunset indah di puncak Akasia
Sunset indah di puncak Akasia
Share:

Translate

Our Facebook page

Labels