20 August 2017

Puncak Ahmad Sadin "Pesona Timur di Barat Indonesia"

Alam beserta isinya adalah karunia Tuhan yang maha esa, manusia hanyalah hamba yang diberikan karunia untuk memanfaatkannya, digunakan hasilnya dan dinikmati keindahannya. Tentu dengan cara bertanggung jawab, Jagalah alam maka ia akan memberikan hal yang baik untuk kita (keep the nature and it will give us a good feedback as a return). Mengenai keindahan alam, Singkarak adalah secuil keelokan dari ranah minang, ranah saksi cinta Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya yang melegenda. Singkarak adalah danau yang digadang gadang sebagai danau terbesar di Sumatera Barat dan termasuk no 7 danau terdalam di Indonesia.



Singkarak, sebuah danau di negeri seribu danau ini, juga memiliki kekhasan dari habitat ikan yang hanya dan berkembang di danau ini, ikan bilih adalah oleh oleh khas dari danau cantik ini. Namun, membahas singkarak tidak hanya soal danau cantik ini saja yang menjadi fokus bagi penikmat keindahan alam, akan tetapi juga wajib membahas jejaran bukik yang mengelilingi danau peninggalan cinta Hayati dan Zainudin ini. Bukit-bukit ilalang akan senang tiasa menari nari mengalahkan setiap tarian yang pernah diciptakan manusia.



Ada banyak bukit bukit indah yang mengelilingi danau indah ini, dan setiap bukit memiliki keindahannya masing masing yang tak bakal mudah dilupakan. Fokus kali ini adalah sebuah bukit ilalang nan cantik di Paninggahan solok, sebuah keindahan dari pertunjukkan ilalang nan asri.



Terletak di junjuang siriah, Paninggahan Kabupaten Solok, bukit ini menawarkan pesona savana yang indah, pesona yang umum didapatkan dibagian Timur Indonesia, namun kali ini di sajikan di Bagian barat Indonesia tepatnya di sumatera Barat.



Hanya butuh waktu sekitar satu jam dari kota Padang menuju daerah malalo tanah datar dan berlanjut kedaerah Paninggahan, bukit ini akan menampilkan pemandangan mempesona dari sisi lain keindahan singkarak. Bukit yang membuat pengunjung seolah olah sedang berada di Timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur.



Tidak hanya menampilkan sisi padang rumput yang indah, tapi pundak Ahmad sadin ini juga bakal menampilkan keindahan singkarak, gunung Marapi dan Gunung sago dari satu tempat, serta pemandangan dari bukit hijau dari hutan hujan dibagian lainnya yang menambah semarak keindahan dari tempat ini.



Untuk akses kesurga sumatera barat ini tak begitu sulit, hanya cukup melajukan kendaraan dari arah Padang Panjang menuju singkarak dan mengambil jalan kearah malalo terus lanjut kearah paninggahan hingga ke puncak ahmad sadin ini. Sepanjang jalan bakal dihadiahkan pemandangan yang sangat indah hasil perpaduan anatara keindahan singkarak dan barisan sawah sawah padi yang meanjakan mata. Perpaduan yang sangat harmonis.



Ahmad Sadin, sangat pas bagi para pencinta selfie ria untuk sosial media karena sangat instanable atau hanya untuk dinikmati keindahannya. Apapun tujuannya yang jelas adalah kita wajib menjaga kelestariannya agar pesona keindahan Timur di Barat Indonesia ini bisa bertahan dan melengkapi keindahan Sumatera Barat.



Share:

17 August 2017

Air Terjun Poklamator--- Nuansa riakan cermin yang memukau

Mendengar kata poklamator, hal yang pertama kali terlintas dalam benak pasti adalah dua sosok bapak negara dari bangsa ini atau disebut juga Finding Father. Yah,  Soekarno dan Moh. Hatta adalah duo poklamator yang mendeklarasikan kemerdekan Indonesia tahun 1945 silam. Tapi poklamator yang dibahas kali ini bukan mereka berdua, melainkan sebuah air terjun yang menakjubkan di Sumatera Barat. Air terjun yang memiliki air sejernih dan seberning cermin.



Perjalanan ini dimulai saat pikiran sekilas kami karena minggu cerah tak diisi dengan acara apapun, sayang sekali kalau tak dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan pikiran sekilas Membawa kami kesebuah air terjun di bagian hutan Tandikek. Berada di dalan kawasan hutan hujan Gunung Tandikek yang asri dan terjaga, berdiri cantik sebuah air terjun yang airnya sejernih kaca. Membuat betah memandangnya dari keelokan tanah minang ini. Dinamakan air terjun poklamator karena diperkenalkan oleh pecinta alam "Poklamator". 



Titik awal perjalanan kawi diawali dari wilayah mega mendung Lembah anai atau dekat dengan air terjun "aia mancua". Kedua air terjun ini berada dalam satu aliran sungai (atau boleh disebut air dari air terjun Lembah anai yang terkenal berasal dari aliran air terjun poklamator ini). Untuk mencapai air terjun ini membutuhkan tenaga yang lumayan walaupun lama perjalanan dari jalan raya mega mendung sekitar satu jam perjalanan. Jalur yang berupa pendakian yang terjal dan menuruni sebuah jurang yang Lumayang tinggi. Apalagi sepajang jalur bakal dihadapi oleh tanaman berduri yang bila tak berhati hati bakal melukai badan, keadaan bertambah buruk dengan banyaknya jelatang yang bikin gatar serta pacet yang selalu menemani perjalanan kami, seolah mereka telah meng-klaim ini adalah daerah kekuasaan mereka. Tapi, semua itu bakal terbayar dengan keindahan yang didapatkan.  Apalagi tidak hanya poklamator yang kami dapat, terdapat satu air terjun lagi yang posisinya tak begitu jauh dari air terjun poklamator ini. Katumanggungan adalah panggilan akrab untuk air terjun ini tapi tetap primadonanya adalah air terjun poklamator nan indah. 





Berada di jorong aia mancua, nagari Singgalang, air terjun ini tidaklah terlalu tinggi, tapi walaupun kalah dengan tinggi tapi air terjun ini menang dengan pemandangan yang tiada duanya, nuansa riakan cermin alam yang menyejutkan mata akan membuat kagum bagi yang memandangnya, ibaratnya tak ada duanya (hehe). 







Beningnya air, membuat kami tak ingin pulang dari keindahan air terjun ini. Abadikan photo dalam kamera adalah Bukti kami pernah kesini. Air terjun poklamator menambah ensiklopedi pembendaharaan air terjun yang indah ditanah minang ini. Keindahan yang membuat kami lupa waktu Kalau Senja sudah mendekat yang menandakan kami harus segera pergi walaupun tak ingin. 





Inilah air terjun poklamator, keindahan dari bayangan cermin yang memukau.Riakan dari nyanyian alam yang seolah olah tempat ini terbentuk dari senyuman yang maha kuasa (agak lebay), tapi kenyataanya air terjun ini emang indah (teramat indah malahan).






                                              Air terjun Katumanggunngan disebelah Poklamator

Note : Alam memang diciptakan untuk dimanfatkan manusia sebaik baiknya, dinikmati keindahanya. Tapi satu hal yang harus diperhatikan adalah keindahan takkan bertahan lama kalau tak dijaga. Kita masih berhutang keindahan ini untuk dinikmati anak cucu kita kelak bukan warisan yang memprihatinkan. alam memiliki caranya sendiri untuk memperbaiki diri tapi bukan bearti kita bisa nerusaknya sekehendak hati kita. Keep natutre well and it will give us something more as a feedback.
Share:

16 August 2017

Puncak Akasia "Tarian ilalang dari tanah Singkarak"

Kalau membahas Sumatera Barat pasti akan lekat dengan ciri khas orang Padang yang jago berdagang, atau masakannya yang paling terkenal di Indonesia (Tak heran kalau Rumah makan Padang ada di seluruh pelosok Indonesia). Namun Sumatera Barat juga memiliki keindahan alam yang tak kalah dari bagian Indonesia lainnya. Salah satu keindahan sumatera barat adalah suatu danau yang menjadi danau terbesar di daerah ini---Singkarak, danau terbesar yang terletak di jalur perlintasan antara Padang Panjang dan Solok ini menawarkan pemandangan yang indah apalagi dikelilingi bukit bukit barisan khas pulau Sumatera.

View singkarak dari puncak akasia
View singkarak dari puncak Akasia
Bukit bukit di Singkarak merupakan bukit ilalang yang indah, bukit yang membuat pemandangan indah adalah pesonannya. Salah satu bukit yang memiliki pemandangan indah dan rekomended untuk dinikmati keindahannya adalah sebuah bukit yang berada di jorong kacang, kabupaten solok. Sebuah bukit yang terkenal dengan nama Puncak Akasia dengan ciri khas ilalang yang indah.

Ilalang yang rimbun di puncak Akasia
Ilalang yang rimbun di puncak Akasia
Membahas tentang puncak Akasia jangan bayangkan bukit ini dipenuhi oleh pohon pohon akasia yang rimbun, tapi sebaliknya dibagian puncak ini tak kentara bahwa ada pohon akasia disana, hanya bukit yang indah yang dikelilingi padang ilalang yang  indah. Ilalang yang tinggi yang mencapai bahu orang dewasa.

View menawan di puncak Akasia
View menawan di puncak Akasia
Berada di jorong kacang, kabupaten Solok atau tepatnya diperbatasan antara Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, puncak ini menambah deretan indah dari bukit bukit penghuni danau singkarak. Menawarkan pemandangan yang unik dibandingkan tempat lainnya di Sumatera Barat yang umumnya adalah berisi hutan hujan dengan ciri khas pohon pohon besar. Tapi Puncak Akasia dihiasi ilalalng yang umumnya ditemukan didaerah savana di jawa atau timur indonesia.

View terbuka yang memanjakan mata di puncak Akasia
View terbuka yang memanjakan mata di puncak Akasia
Hal yang menjadi bagian spesial dari bukit ini adalah adanya sebuah pohon besar ditengah tengah padang ilalang di puncak bukit ini, pohon yang sangat ikonik. Bukan pohon akasia yang menjadi nama tempat ini, melainkan sejenis pohon jambu yang besar dan kokoh. Tempat berlindung dari ciuman menyengat dari matahari dan tempat ber-hammock diantara dahan dahan pohon yang koko ini.

Pohon yang seolah menjadi "Tuan Rumah"  di puncak Akasia
Pohon yang seolah menjadi "Tuan Rumah"  di puncak Akasia
Tidak akan bosan menghabiskan waktu  di puncak Akasia
Tidak akan bosan menghabiskan waktu  di puncak Akasia


Bagian yang paling menarik dari puncak ini adalah bukan hanya pemandangan ilalang yang disajikan. Tapi alam menyajikan perpaduan yang indah antara indahnya  padang ilalang dengan pohon yang menjadi ikonnya, pemandangan singkarak dibagian bawahnya, bukit bukit yang bergelombang menawarkan harmoni indah dari barisan bukit barisan serta pemandangan lima buah gunung (Marapi, Singgalang, Tandikek, Sago dan Talang)  yang menjulang tinggi, kokoh menjaga tanah peninggalan datuak parapatiah nan sabatang dan datuak katumangguangan ini. Sebuah perpaduan yang harmoni dari alam sumatera barat.

Santai dan nikmati hembusan angin sepoi-sepoi dibawah pohon rindang di puncak Akasia
Santai dan nikmati hembusan angin sepoi-sepoi dibawah pohon rindang di puncak Akasia

Saksikan sunset yang indah di puncak Akasia
Saksikan sunset yang indah di puncak Akasia
Adiak manyuruak di lalang salai, disalo samak bayang nampak juo, usah bakilah ka bakah denai, dibatin nan ko adiak lah tiado”.  Hah, jadi jangan membawa ceweknya yang sedang dicurigai kesini, karena ilalangnya tidak sahalai, jadi susah mencari kalau daia sembunyi disini gengs. Hahahaahaaa.Tapi yang jelas cintailah negeri ini, jangan curigai negeri ini, jagalah keindahnnya agar tetap terjaga sampai kapanpun. INGAT, KEINDAHAN INI BUKAN WARISAN YANG BAKAL KITA KASIH UNTUK ANAK CUCU KITA NANTINYA, TAPI ADALAH HUTANG YANG BAGAIMANA HUTANG HARUS KITA KEMBALIKAN SEPERTI SEMULA DAN KALAU BISA LEBIH INDAH.

Sunset indah di puncak Akasia
Sunset indah di puncak Akasia
Share:

11 August 2017

Puncak Happy

Kembali di weekend yang cerah, kami mulai mencari cari lokasi nge-trip yang seru, kemudian kami menemukan puncak dengan nama yang cukup unik, ya Puncak Happy. Saat kami menelusuri puncak ini di internet, ternyata puncak ini cukup populer, kami menyangka lokasi ini akan ramai oleh pengunjung lainnya. Namun karena belum ada alternatif lokasi lain kami memantapkan tujuan ke puncak ini. 

Puncak happy berlokasi di Kab. Solok, daerah Guguak Sarai, sekitar 80 km dari kota Bukittinggi dan 60 km dari Padang. Butuh waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam menuju tempat ini dari lokasi kami. Menjelang tengah hari kami mulai berangkat, waktu itu kami berangkat ber-enam. Melewati danau singkarak setelah itu kami pun mulai memasuki daerah solok, sekitar pukul 13:00 kami berhenti sebentar di sebuah mesjid untuk menunaikan shalat dan bersistirahat. 

Kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi, kami pun memasuki daerah kota solok, dari kota Solok kami mengambil jalan ke arah Sawah Lunto, sekitar 19 km dari kota solok kami pun sampai di daerah Guguak Sarai, jalan masuk menuju puncak ini terletak sebelum tepat sebelum SD 05 Guguak Sarai, terdapat jalan beton yang menanjak di sebelah kiri. Masuk ke jalan tersebut sekitar 10 menit melalui jalan mendaki beton itu akan terlihat bekas-bekas warung kecil di tepi jalan yang sudah tidak ada pemiliknya lagi dan ada plang bertuliskan "Wisata Puncak Happy" disana.



Kami cukup heran kenapa warung ini tidak ada pemilik lagi ditambah tidak ada pengunjung lain disana, tidak sesuai ekspektasi kami sebelumnya ternyata lokasi ini sudah tidak ramai lagi. Kami juga bertemu dengan seorang warga sekitar, menurutnya dulu tempat ini cukup ramai, namun belakangan sudah mulai berkurang pengunjung nya, sehingga memaksa warung-warung disekitar lokasi tutup.

Di sebelah kiri kita bisa lihat ada jalan kecil mendaki bukit, dari bawah kita bisa lihat ada bendera merah putih yang ditancapkan dan berkibar. Kami yakin itu puncak yang kita tuju, kami mulai naik dari jalan kecil itu, cukup mudah dilalui karena sudah dibuat ber jenjang oleh warga sekitar. Sekitar 10 sampai 15 menit mendaki kita akan sampai di puncak.



Sesampainya di puncak kita bisa melihat pemandangan yang terbuka yang keren!, mulai dari jejeran pohon pinus disebelah kanan, gunung Talang, dan jejerang bukit yang disebelah kiri. Terdapat bebatuan memiliki bentuk yang unik yang condong ke arah jurang berbentuk persegi panjang, ini bisa menjadi spot keren untuk ber-foto.




Namun kita perlu berhati-hati saat berfoto di atas bebatuan tersebut, karena tiupan angin yang kadang kuat, bisa membuat keseimbangan berkurang, dan bisa saja berakibat fatal, karena jurang yang tinggi menanti dibawah, tetap utamakan keselamatan.





Setelah puas menikmati pemandangan dan ber foto dari atas puncak Happy, kami bersiap-siap untuk pulang, kami mulai perjalanan pulang sekitar pukul 16:30 sore, ditengah perjalanan kami berhenti di tepi Danau Singkarak untuk menikmati sunset yang indah.




Share:

09 August 2017

Telaga Kumbang, Telaga Hijau Dari Lembuti

Berada dalam lembuti (lembah bukit Tui), bukit yang terkenal didaerah Padang Panjang ini memiliki subuah telaga nan indah – Telaga Kumbang. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah Talago Kumbang adalah milik hak ulayat adat dari nagari Jaho , X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat. 


Menjulang tinggi Ditengah kota Padang Panjang, bukit Tui mengokohkan dirinya sebagai penjaga kota hujan tempat Hamka belajar ini. Bukit yang memanjang kearah singkarak ini memiliki sebuah telaga cantik dibagian bukit bagian kenagarian Jaho. Telaga kumbang bisa dicapai melalui jorong Jaho yang berbatasan dengan Padang Panjang. Bagi penduduk Padang Panjang telaga ini adalah telaga angker yang mencuri nyawa orang yang berani datang kesana, telaga yang lebih baik tak disebut. Namun berbeda dengan penduduk Jaho, mereka sudah akrab dengan telaga ini dan sudah menjadikan tempat bermain dan mancing kala airnya genang. Hal yang unik dari telaga ini adalah adakalanya telaga ini bakal penuh dengan air dan bewarna hijau yang meanjakan mata, namun adaklanya airnya kosong meninggalkan lengkungan dalam . Bagi penduduk Jaho, nama kumbang yang dinobatkan untuk telaga ini adalah karena ada kalanya akan terdengar bunyi bunyi yang seperti bunyi kumbang atau kepakan kumbang. Suatu fenomena alam yang menakjubkan.
Talago Kumbang
                                                
Memiliki hutan hujan yang basah, tak salah lagi kalau sepanjang jalur perjalanan hingga kawasan telaga ini telah diklaim oleh pacet yang bakal senang mencium setiap bagian kulik yang dia klaim juga adalah haknya akan pendatang yang masuk tanpa ijin mereka.Keberadaan pacet ini akan menemani perjalanan hingga ketelaga yang juga mereka klaim daerah kekuasaan mereka.


Pacet hanyalah pemanis perjalanan kalau memasuki hutan basah yang masih terjaga alami, namun sepanjang pejalanan menuju telaga takkan mengecewakan, kita bakal disungguhi pemandangan yang lumayang indah dari barisan bukik barisan yang bergelombang , ditambah lagi dibebarapa tempat singkarak bakal muncul menambah keindahan lukisan pencipta yang mempesona dari tanah para datuak ini, barisan pohon berbatang putih bakal tak asing kita temui disini, pohon yang juga bayak ditemukan didaerah hutan G. Tandikek dan Talamau, pohon yang unik karena pada dasarnya batangnya tidaklah putih melainkan dipenuhi sejenis lumut sehingga terlihat seperti di cat putih oleh orang.

Singkarak dari ketinggian dalam perjalanan menuju telaga
                                  

Rehat sejenak diperjalanan sebelum menuju telaga, memaksimalkan tenaga karena badan bukanlah karang yang tetap tegar dan kuat walaupun telah dihempas gelombang berkali kali. dan istirahat sambil melihat,menikmati pemandangan lepas kearah singkarak.

Pohon berbatang putih yang seperti ini adalah teman sepanjang jalur menuju telaga
                        
Butuh waktu sekitar dua jam perjalanan yang lumayang menguras tenaga, dibeberapa spot pendakian sangat terjal yang menyulitkan pendakian ditambah lagi tipe hutan basah yang punya jalur tanah yang lunak. Tapi segala perjuangan yang ditempuh selama pendakian bakal terbayar dengan keelokan telaga yang bewarna hijau ini. Satu hal yang pasti ketika kaki mencapai pinggir telaga ini adalah Tuhan membentuk sesuatu dengan sempurna, hijaunya air telaga memanjakan mata seolah setiap elektron dalam tubuh ini bergetar menyaksikan keindahan yang "menakutkan" ini. Sebuah telaga yang menjadi perlengkap danau di negeri seribu danau ini, inilah Telaga KUMBANG-keindahan ditengah lembah bukit Tui nagari Jaho ini.


Telaga Kumbang, menjadi saksi bahwa kebersamaan dalam perjalanan yang sangat berharga, besok kelak ketika kaki sudah tak bisa melangkah bahkan hanya untuk bergeser selangkah saja, hal yang paling mahal bukan rumah megah, bukan mobil mewah tapi pertemanan dan bercandaan. maka nikmat Tuhan mana lagi yang kita ingkari.







Share:

Translate

Our Facebook page