Sudah lama juga tidak memaikan jari
jari di depan laptop…
Apa kabar sahabat pembaca semuanya
mudah mudahan sehat selalu…
Baiklah kali ini cerita beranjak ke kota batiah, kota batiah adalah kota yang terkenal dengan batiahnya yaitu kota payakumbuah, payakubuah terkenal dengan kelezatan produk kulinernya yang mengoda selera seperti galamai, beras rendang, rendang belut, rendang telur, martabak telur dan lainnya dan tidak hanya itu payakubuah juga memiliki banyak tempat-tempat yang sangat indah untuk
dikunjungi seperti Lemha Harau, Ngalau Indah, Air terjun yang terdapat di
lembah harau, dan Ngalau Saribu dan lainnya tapi cerita kali ini tepatnya Di Daerah
Sibaladuang kabupaten 50 Kota dan disinilah perjalanan kali ini dimulai
tepatnya kami akan melakukan pendakian gunung sago, gunung sago memiliki
ketinggian 2261 Mdpl.
Gunung Sago memiliki panorama alam
yang patut dikagumi, gunung yang terletak di antara dua kabupaten ini dikenal
juga dengan gunung malintang.
Baiklah sebelum melakukan pendakian
sebaiknya kita kumpulkan dulu semua informasi bagai mana treknya, perijinannya,
dan lainnya. Gunung sago memiliki beberapa jalur pendakian dan kami mulai survcey
seminggu sebelum melakukan pendakian dan kami dapat info dari pendaki local
dimana jalur pendakian lewat nagari situjuah dan sibaladuang, kami bersama
sepakat untuk mendaki lewat jalur sibaladuang dan pergi kelokasi untuk melihat
dimana awal perjalanan pendakian dan mencari rumah kepala jorong setempat untuk
mendapatkan ijin pendakian. Dan sampai dirumah kepala jorong (pak Dt.
Marajo) nagari setempat kami pun minta
ijin untuk melakukan pendakian yang rencana awal kami melakukan pendakian
tanggal 15-17 agustus 2015. Ijin telah
dapat dari jorong setempat dan kami pun memberi info kepada rekan – rekan bawah
pendakian kita telah dapat ijin dan mempersiapkan segala keperluan pendakian.
![]() |
surve jalur yang akan kami lalui untuk pendakian |
Baiklah para sahabat pendaki lanjut
lagi,,,
15 agustus 2015 perjalanan dimulai kami
semua berkumpul di bukittinggi dan kami beranggotakan 13 orang dan 1 orang dari
payakumbuah, jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan kami langsung berangkat ke
payakumbuah ke nagari sibaladuang. Dari bukittingi ke payakumbuah memakan waktu
lebih kurang 1 jam perjalanan sampai disana kami mampir dulu kerumah kepala
jorong untuk melapor bawah kami akan mulai pendakian besok pagi dan ngecamp
semalam dulu di pintu rimba gunung sago, setelah melapor kami lanjutkan
perjalanan menuju pintu rimba dan mendirikan tenda, makan dan istrahat untuk
perjalanan besok.
Pagi 16 agustus matahari pun menyapa
dengan indahnya kami mulai masak untuk sarapan dan siap siap untuk memulai
perjalanan, tepat pukul 9 kami memulai perjalanan dari pintu rimba dengan hari
yang cerah kaki ini mulai melangkan menelusuri hutan dengan jalur yang masih
asri dan masih terawat terus berjalan dengan trek yang masih landai dan 1 jam perjalanan kami lewati sampai lah
kami di Tanjakan Asmara
foto ditanjakan asmara |
Berhenti sejenak di tanjakan asmara mengambil
nafas dan perjalanan kami lanjutkan menuju shalter 1 yaitu Galanggang Sibunian,
perjalanan kami lanjutkan kembali dengan tanjakan yang sudah menanti dihadapan
dengan berjalan santai pelan pelan saja tapak ini mulai melangkah dengan
kemiringan yang cukup tegak, dalam perjalanan jangan lupa melihat setiap rekan
rekan dengan saling mengkoordinir dan saling menjaga. Perjalanan terus kami
lanjutkan dengan perlahan sambil mengatur pernapasan, tidak terasa dua jam kami
terus berjalan dan sampai lah kami di shalter 1 galanggang sibunian dan disini
kami memutuskan untuk istrahat sejenak ngemil snek dan memasak air untuk kopi.
20 menit istrahat perjalanan kami
lanjutkan kembali menuju sumber air lebih kurang 2 jam perjalanan dari
galanggang sibunian dengan trek yang mulai terus menanjak dan bebatuan yang
lumayan besar dan jurang disamping kiri yang
cukup dalam, cukup lama perjalanan dan kami sampai di batu lalok. Batu lalok
merupakan batu yang cukup besar dan datar dan bisa tidur diatasnya. Berhenti
sejenak di batu lalok mengatur pernapasan karna lumayan jauh juga perjalanan
dan fisik mulai terkuras, kaki ini pun mulai melangkah lagi dengan terus
semangat walau fisik mulai terkuras melewati jalur yang mulai naik turun dan
jurang disamping dan mesti hari hati sambil berpegangan pada urat kayu, suara
air mengalir pun sudah terdengar arah depan kami dan sampailah di sumber air.
Disini kami putuskan istrahat cukup lama untuk memasak untuk mengembalikan
tenaga yang sudah terkuras dari tadi.
Cukup lama istrahat makan dan
tenagapun sudah kembali kami berkemas dan melanjutkan perjalanan menuju puncak
rabuang shalter 2, dan disumber air inilah kita mesti mengisi perbekalan air
yang dibutuhkan untuk sampai puncak karna tidak ada sumber air lagi di atas.
Tanjakan sabar pun sudah menunggu kami langsung didepan, Tanjakan sabar dari
namanya kita pasti sudah pikir mesti sabar untuk nanjaknya karna tanjakan bener
bener tegak mesti berpegangan dengan urat urat kayu dan kita mesti hati hati
jangan sampai terjatuh,,,
sumber air sebelum tanjakan sabar |
kita mesti saling bantu dan sabar hehehe… disini
fisik bener bener ditanya hoohhohoh… tanjakan ini cukup panjang dan benar benar
menguras fisik dan langkah ini sering kali terhenti untuk mengatur nafas
ditambah carrier yang kami bawa dan 3 jam perjalanan telah kami lalui sampai
lah kami di puncak rabuang semua lelah dari bawah terbayar dengan keindahan
yang terbentang dihadapan mata ini… keindahan payakumbuah terlihat indah dari
sini, di puncak rabuanglah kami mendirikan tenda untuk beristrahat denga lokasi
yang cukup luas, tenda pun berdiri dan kami pun terus menikmati keindahan dari
sini dan hangatnya matahari menyinari
tanjakan sabar |
Untuk sampai kepuncak gunung sago dari
puncak rabuang dibutuhkan sekitar 15 menit perjalan tapi di puncak rabuang lah
lokasi yang bagus untuk mendirikan tenda dan disini juga pemandangan yang cukup
lepas.
Pagi 17 agustus 2015 matahari pun
muncul malu malu menyapa dibalik awan dan tepat dihari kemerdekaan bangsa kita
ini kamipun mengibarkan bendera merah putih memperingati hari kemerdekaan kita.
Dan kebetulan Cuma kami sekelompok yang ada dipuncak tidak ada rombongan
pendaki lain naik dari sibaladuang. Setelah selesai mengibarkan bendera kami
pun terus menikmati keindahan alam ini bersama sama dengan rasa syukur terhadap
sang pencipta dengan segala ciptaan begitu indah…
dan dengan rasa syukur mari lah kita jaga dan terus lestarikan alam yang begitu
indah ini..
puncak rabuang gunung sago |
By : TML Adventure
“GUNUNG INDAH TANPA SAMPAH”
Seru perjalanannya pak. Pas masuk kota Payakumbuh di mana persimpangan kalau mau ke titik awal pendakian di Nagari Sibaladuang tsb? Rencana mau mendaki Sago.
ReplyDeleteKapan rncana mau nanjak pak ???
ReplyDeleteInfo donk???
Biar bareng
Wa 081267365746
Pin D2213222
Boleh nih ada kawan saya penduduk nagari sibaladuang, biasanya mau tu ne gaed ndaki, ckba aja bg spa tw jodoh wa: 082387757286
ReplyDelete