02 June 2016

Sangsaka Berkibar di Gunung Sago Negri Pembuat Batiah

Sudah lama juga tidak memaikan jari jari di depan laptop…
Apa kabar sahabat pembaca semuanya mudah mudahan sehat selalu…
Baiklah kali ini cerita beranjak ke kota batiah, kota batiah adalah kota yang terkenal dengan batiahnya yaitu kota payakumbuah, payakubuah terkenal dengan kelezatan produk kulinernya yang mengoda selera seperti galamai, beras rendang, rendang belut, rendang telur, martabak telur dan lainnya dan tidak hanya itu payakubuah juga memiliki banyak tempat-tempat yang sangat indah untuk dikunjungi seperti Lemha Harau, Ngalau Indah, Air terjun yang terdapat di lembah harau, dan Ngalau Saribu dan lainnya tapi cerita kali ini tepatnya Di Daerah Sibaladuang kabupaten 50 Kota dan disinilah perjalanan kali ini dimulai tepatnya kami akan melakukan pendakian gunung sago, gunung sago memiliki ketinggian 2261 Mdpl.
Gunung Sago memiliki panorama alam yang patut dikagumi, gunung yang terletak di antara dua kabupaten ini dikenal juga dengan gunung malintang.
Baiklah sebelum melakukan pendakian sebaiknya kita kumpulkan dulu semua informasi bagai mana treknya, perijinannya, dan lainnya. Gunung sago memiliki beberapa jalur pendakian dan kami mulai survcey seminggu sebelum melakukan pendakian dan kami dapat info dari pendaki local dimana jalur pendakian lewat nagari situjuah dan sibaladuang, kami bersama sepakat untuk mendaki lewat jalur sibaladuang dan pergi kelokasi untuk melihat dimana awal perjalanan pendakian dan mencari rumah kepala jorong setempat untuk mendapatkan ijin pendakian. Dan sampai dirumah kepala jorong (pak Dt. Marajo)  nagari setempat kami pun minta ijin untuk melakukan pendakian yang rencana awal kami melakukan pendakian tanggal 15-17 agustus  2015. Ijin telah dapat dari jorong setempat dan kami pun memberi info kepada rekan – rekan bawah pendakian kita telah dapat ijin dan mempersiapkan segala keperluan pendakian.
surve jalur yang akan kami lalui untuk pendakian
Baiklah para sahabat pendaki lanjut lagi,,,
15 agustus 2015 perjalanan dimulai kami semua berkumpul di bukittinggi dan kami beranggotakan 13 orang dan 1 orang dari payakumbuah, jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan kami langsung berangkat ke payakumbuah ke nagari sibaladuang. Dari bukittingi ke payakumbuah memakan waktu lebih kurang 1 jam perjalanan sampai disana kami mampir dulu kerumah kepala jorong untuk melapor bawah kami akan mulai pendakian besok pagi dan ngecamp semalam dulu di pintu rimba gunung sago, setelah melapor kami lanjutkan perjalanan menuju pintu rimba dan mendirikan tenda, makan dan istrahat untuk perjalanan besok.

Pagi 16 agustus matahari pun menyapa dengan indahnya kami mulai masak untuk sarapan dan siap siap untuk memulai perjalanan, tepat pukul 9 kami memulai perjalanan dari pintu rimba dengan hari yang cerah kaki ini mulai melangkan menelusuri hutan dengan jalur yang masih asri dan masih terawat terus berjalan dengan trek yang masih landai  dan 1 jam perjalanan kami lewati sampai lah kami di Tanjakan Asmara
foto ditanjakan asmara
Berhenti sejenak di tanjakan asmara mengambil nafas dan perjalanan kami lanjutkan menuju shalter 1 yaitu Galanggang Sibunian, perjalanan kami lanjutkan kembali dengan tanjakan yang sudah menanti dihadapan dengan berjalan santai pelan pelan saja tapak ini mulai melangkah dengan kemiringan yang cukup tegak, dalam perjalanan jangan lupa melihat setiap rekan rekan dengan saling mengkoordinir dan saling menjaga. Perjalanan terus kami lanjutkan dengan perlahan sambil mengatur pernapasan, tidak terasa dua jam kami terus berjalan dan sampai lah kami di shalter 1 galanggang sibunian dan disini kami memutuskan untuk istrahat sejenak ngemil snek dan memasak air untuk kopi.


saat istrahat di galanggang sibunian

20 menit istrahat perjalanan kami lanjutkan kembali menuju sumber air lebih kurang 2 jam perjalanan dari galanggang sibunian dengan trek yang mulai terus menanjak dan bebatuan yang lumayan besar dan jurang disamping kiri  yang cukup dalam, cukup lama perjalanan dan kami sampai di batu lalok. Batu lalok merupakan batu yang cukup besar dan datar dan bisa tidur diatasnya. Berhenti sejenak di batu lalok mengatur pernapasan karna lumayan jauh juga perjalanan dan fisik mulai terkuras, kaki ini pun mulai melangkah lagi dengan terus semangat walau fisik mulai terkuras melewati jalur yang mulai naik turun dan jurang disamping dan mesti hari hati sambil berpegangan pada urat kayu, suara air mengalir pun sudah terdengar arah depan kami dan sampailah di sumber air. Disini kami putuskan istrahat cukup lama untuk memasak untuk mengembalikan tenaga yang sudah terkuras dari tadi.



Cukup lama istrahat makan dan tenagapun sudah kembali kami berkemas dan melanjutkan perjalanan menuju puncak rabuang shalter 2, dan disumber air inilah kita mesti mengisi perbekalan air yang dibutuhkan untuk sampai puncak karna tidak ada sumber air lagi di atas. Tanjakan sabar pun sudah menunggu kami langsung didepan, Tanjakan sabar dari namanya kita pasti sudah pikir mesti sabar untuk nanjaknya karna tanjakan bener bener tegak mesti berpegangan dengan urat urat kayu dan kita mesti hati hati jangan sampai terjatuh,,, 

sumber air sebelum tanjakan sabar
kita mesti saling bantu dan sabar hehehe… disini fisik bener bener ditanya hoohhohoh… tanjakan ini cukup panjang dan benar benar menguras fisik dan langkah ini sering kali terhenti untuk mengatur nafas ditambah carrier yang kami bawa dan 3 jam perjalanan telah kami lalui sampai lah kami di puncak rabuang semua lelah dari bawah terbayar dengan keindahan yang terbentang dihadapan mata ini… keindahan payakumbuah terlihat indah dari sini, di puncak rabuanglah kami mendirikan tenda untuk beristrahat denga lokasi yang cukup luas, tenda pun berdiri dan kami pun terus menikmati keindahan dari sini dan hangatnya matahari menyinari


tanjakan sabar
Untuk sampai kepuncak gunung sago dari puncak rabuang dibutuhkan sekitar 15 menit perjalan tapi di puncak rabuang lah lokasi yang bagus untuk mendirikan tenda dan disini juga pemandangan yang cukup lepas.

Pagi 17 agustus 2015 matahari pun muncul malu malu menyapa dibalik awan dan tepat dihari kemerdekaan bangsa kita ini kamipun mengibarkan bendera merah putih memperingati hari kemerdekaan kita. Dan kebetulan Cuma kami sekelompok yang ada dipuncak tidak ada rombongan pendaki lain naik dari sibaladuang. Setelah selesai mengibarkan bendera kami pun terus menikmati keindahan alam ini bersama sama dengan rasa syukur terhadap sang pencipta dengan segala ciptaan begitu indah…
dan dengan rasa syukur mari lah kita jaga dan terus lestarikan alam yang begitu indah ini..


puncak rabuang gunung sago
Matahari pun mulai tinggi kami semua packing untuk perjalanan turun kembali dan sampai dibawah pukul 6.30 wib dan beruntungnya kami juga dapat melihat matahari terbenam yang begitu indah dan pendakian ini benar benar mengagumkan dan tak akan terlupakan.

By : TML Adventure


 “KEEP YOUR ADVENTURE SAFETY, SAVE OUR NATURE &  HAPPY” NIKMATI ALAM TANPA MERUSAK KEINDAHANNYA



“GUNUNG INDAH TANPA SAMPAH”
Share:

05 March 2016

Hipnotis 2597 mdpl

perjalanan kali ini kami TML Adenture dalam pendakian gunung talang, gunung talang yang teletak di Kab. Solok Sumatra Barat merupakan tipe stratovolcano termasuk salah satu gunung teraktif di pulau sumatra.gunung talang memiliki tinggi 2597 mdpl dan memiliki pemandanan panorama alam yang sangat indah dengan view tiga buah danau yaitu danau ateh, danau bawah, dan danau talang dan jika beruntung cuaca cerah kita juga dapat meliah atap sumatra yaitu gunung kerini yang tampak gagah berdiri dari kejauhan.
gunung talang memiliki dua jalur pendakian yaitu jalur pendakian bukik sileh (batu janjang) yang terletak di kenagarian bukik sileh kab. solok, jalur bukik sileh merupakan jalur lama dan trek pendakian yang cukup panjang dan agak terjal. dan jalur pendakian kedua yaitu jalur pendakian aia batumbuak yaitu beradan di kenagarian aia batumbuak, kecamatan gunung talang. dan kali ini kami akan menceritakan perjalanan kami melewati jalur aia batumbuak.

perjalanan melalui jaluri aia batumbuak memakan waktu perjalanan kurang lebih sekitar 4 jam perjalanan. jalur ini sangat direkomendasikan bagi yang belum pernah mendaki gunung talang atau pun bagi yang pemula dalam mendaki gunung karna jalur aia batumbuak relatif datar atau tidak seberat jalur pedakian bukik sileh, dan di jalur aia batumbuah juga sudah terdapat rambu yang jelas memberikan papan nomor yang dimulai dari no 1 sampai no 54 dan no 54 merupakan batas vegetasi yang dibuat oleh pemerintah kab. solok sampai di camp area.
perjalanan kami mulai dari daerah padang panjang pukul 6 sore dan untuk sampai di aia batumbuak memakan kurang 2 jam 30 menit perjalanan dan sesampai di aia batumbuak kira kira 9.30 malam kami memutuskan untuk istrahat di pintu masuk jalur pendakian dan memulai pendakian besok paginya.

paginya sebelum melakukan pendakian kami semua sarapan dulu untuk mengisi ulang tenaga untuk pendakian, jam sudah menunjukan pukul 9.00 pagi kami selesapi packing dan memulai pendakian. mulai perjalanan dari pintu masuk aia batumbuak kita akan disuguhi oleh hamparan pemandangan yang hijau yaitu hamparan kebun teh yang sangat luas akan memanjakan mata saat memulai pendakian dan enempuh perjalanan sekitar 25 menit menuju pintu rimbo.
berhenti sejenak mengatur pernapasan dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali dengan mengikuti petunjuk arah yang sudah ada, jalur pendakian gunung talang memiliki kontur yang landai dan jalur ini tidak memiliki kemiringan yang ekstrim. disepanjang perjalanan kita akan mendengar kicauan kicauan para burung dan suara siamang bersahutan di hutan dari sisi bagian timur. dan ada pemandangan yang menarik dalam perjalanan menuju camp area yaitu kayu kayu mati yang masih tersusun kokoh, kayu kayu mati tersebut merupkan sisa sisa dari letusan besar dari gunung talang sehingga terbentuknya hutan mati tersebut.

batas vegetasi pun sudah mulai terlihat danau kemar dari celah celah dedaunan pemohonan  dan setelah melakukan perjalanan lebih kurang 4 jam perjalanan kami pun sampai di camp area dan matahari dengan hangat menyinari seakan menyambut kedatangan kami. kami pun mencari lokasi yang strategis untuk melihat keindahan panomara mendirikan tenda, dan istrahat, masak dan memulihankan kembali tenaga yang sudah terkuras dalam perjalanan. di area camp juga terdapat aliran sungai kecil yang dipergunakan untuk kebutuhan air di atas.

hari pun sudah mulai sore dan cuaca sangat cerah dan kami memutus kan untuk naik kepuncak menikmati sunset dari puncak. perjalanan menuju puncak dari camp area memakan waktu lebih kurang 60 menit perjalanan,  perjalanan menuju puncak cukup terjal dan kami pun mesti menggunakan tangan untuk meniti batu bekas letusan besar gunung talang dan disisi utara bukit menuju puncak terdapat kawah baru hasil dari letusan,



perjalanan menuju puncak di dominasi oleh bebatuan vulkanik dan kayu yang sudah mati (hutan mati). dan sampai di puncak cuaca sangat mendukung untuk menikmati sunset hari pun semakin senja kami pun duduk nyatai sambali menunggu matahari terbenam dan menyiapkan kamera untuk mengabadikannya, matahari mulai tenggelam wooowww... kami benar benar terpukau melihat keindahan saat matahari terbenam seakan kami terhipnotis oleh keindahannya.





sungguh maha besar Tuhan menciptakan alam yang begitu indah. rasa syukur kami panjatkan kepada sang pencipta. setelah menikmati keindahan sunset kami pun kembali turun ke camp area ditemani cahaya senter, sampai ditenda kami pun masak untuk makan malam dan berengkrama didepan api unggun sampai tengah malam pun hari pun masih bagus dengan hamparan bintang menemani malam. hari pun sudah mulai larut malam kami pun beristrahat menjaga stamina untuk hari esok.

malam pun sudah mulai habis dan mulai berganti dengan siang kami pun terbangun dan siap siap menanti munulnya sang fajar, betapa beruntungnya kami karna mendapat hari yang bagus, kami semua pun terpukau oleh keindah sunrise seakan akan belum henti hentinya kami terhipnotis oleh keindahan alam ini melihat sang fajar yang mulai menyapa pagi alam ini. hanya takjub dan rasa syukur yang kami panjatkan kepada yang Maha Kuasa melihat kebesaran Nya. kami pun mengabadikannya dala bentuk jepretan foto.




hari pun sudah semakin siang matahari semakin tinggi dari puncak keindahan panorama danau ateh, danau bawah, dan danau talang terlihat mempesona seakan tersenyum menyapa kami dan gunung kerini yang berdiri kokoh terlihat menjulang keatas benar benar pemandangan yang sangat indah.




pendakian kali kni benar benar mebuat kami takjub, terhipnotis dengan keindahan panorama dari puncak gunung talang. semoga keindahannya dapat selalu terjaga bersih dari sampah - sampah.. karna gunung akan selalu indah tanpa sampah dan gunung bukan tempat sampah.


“nikmati alam dengan bijak tanpa haru merusak keindahannya”

“tetap jaga kelestarian dan keindahan alam ini bersih tanpa terkotori oleh sampah”

By : TML Adventure
Share:

04 July 2015

Gunung Kerinci 3.805 Mdpl "PEak Of Sumatera"

Gunung Kerinci dengan ketinggian 3805 mdpl, merupakan puncakgunung tertinggi di pulau Sumatera juga merupakan puncak ‘Gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung Kerinci terletak di provinsi Sumatera Barat dan Jambi di Pegunungan Bukit Barisan. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan merupakan habitat Harimau Sumatera dan Badak Sumatera. Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Dari puncak kita juga dapat menikmati keindahan Gunung Tujuh dengan kawah berupa danau yang sangat indah. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009  
Di Gunung Kerinci terkenal misteri orang pendek yang masih jadi misteri karena belum ada yang bisa mendokumentasikan meskipun beberapa penduduk pernah menyaksikannya. Orang pendek tersebut menyerupai kera dengan tinggi 60 cm yang memiliki keanehan berjalan dengan telapak kaki terbalik dan meninggalkan jejak kaki yang terbalik.

Kali ini kami akan menceritakan pejalan TML Adventure pendakian gunung kerinci, Untuk mencapai Puncak Kerinci kita bisa melewati jalur Kersik Tuo yang berada di wilayah Kayu Aro. Jalur Kersik Tuo merupakan jalur umum yang banyak dipakai oleh para pendaki untuk mendaki ke puncak gunung Kerinci. kami beranggotakan 9 orang dan 8 orang dari padang panjang dan satu orang teman kami menunggu di padang aro solok selatan, kami memilih mengendarai sepeda motor ke kayu aro. Perjalana dimulai dari kota padang panjang hari itu tepatnya jumat tgl 18 desember 2013, kami memutuskan memulai perjalan setelah melakukan shalat jumat, selesai shalat jumat kami star tepat jam 13.30 dari padang panjang, setelah melakukan perjalan 30 menit disisi jalan kita disuguhi dengan keindahan pemandangan danau singkarak yang luwas membentang. Disusul kemudian dengan Danau Kembar yaitu dua buah danau yang juga terlihat disisi jalan sewaktu kami memasuki daerah kabupaten Solok Selatan. Tidak berhenti sampai disitu, mata kami dimanjakan kembali dengan panorama indahnya perkebunan the di Solok yang sangat luas berbukit-bukit.  Perjalanan panjang yang kami lalui hingga sampailah kami di padang aro Solok Selatan tempat sepupu saya kira kira 2 jam perjalanan lagi menuju Kayu Aro jalur kersik tuo. Dan kami memutuskan untuk istrahat dan melanjutkan kembali perjalanan besok pagi. Paginya di padang aro kami packing perlengapan pendakian serta membeli perbekalan untu pendakian, selesai semua perlengkapan kami lanjutkan kembali peralan menuju kayo aro denganmenggunakan mobil dan setelah 2 jam perjalanan sampailah kami di tugu macan kayo aro jalur kersik tuo, disini kami berhenti sejenak menatap keindahan gunung kerinci dengan haparan kebun teh.

Simpang Macan, Kersik Tuo – R10 – Pintu Rimba (1800 mdpl)

Pendakian dimulai dari simpang tugu macan, dari tugu macan kami menggunakan mobil menuju pintu rimba untuk menghemat waktu dan tenaga menuju Pintu Rimba. Sebelum mencapai Pintu Rimba kita berhenti dulu di R10 (Pos Penjagaan Taman Nasional Kerinci Seblat) untuk mengurus perijinan pendakian dan melanjutkan kembali perjalanan menuju pintu rimba. Kami semua berkumpul tepat di Pintu Rimba Gunung Kerinci berdoa dan kemudian mulai bergerak. Langkah kaki pertama mulai menapaki jalur awal pendakian Gunung Kerinci. Perjalanan dari Pintu Rimba menuju Pos 1 dapat ditempuh dalam waktu 30 menit melalui hutan tropis dengan jalur yang relatif landai. Di Pos 1 terdapat pondok /shelter yang masih layak untuk tempat berteduh

Pos 1 – Pos 2 (2000 mdpl)

di pos 1 kami tidak berhenti dan memutuskan lanjut berjalan terus sampai Pos 2. Pos ini terkenal dengan jalur perlintasan Harimau, Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 ditempuh dalam waktu 30 menit , medan pendakiannya masih landai di Pos 2 Terdapat Sumber air berupa sungai kecil yang mengalir deras di musim hujan, lokasinya berada di sisi kiri jalur pendakian. Disini kami berhenti sejenak sambil berbincang bingan dengan kawan kawan, setelah cukup beristrahat kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pos 3.

Pos 2 – Pos 3 (2250 mdpl)

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 ditempuh dalam waktu 45 menit, tracknya mulai menanjak, terkadang curam. Sementara perut sudah mulai teriak minta makan karna  ini sudah lewat jam makan siang dan setelah perjalanan cukup lama sampailah kami di pos 3. Pos 3 terdapat Pondok/sherter yang masih bisa dipakai untuk berteduh namun tempatnya tidak cukup luas dan hanya menampung 1 tenda,

disini kami putuskan untuk beristrahat cukup lama untuk mengisi perut yang sudah lapar dari tadi dan tak lupa secangkir kopi heheheh… kopi mana.. mana kopi… setelah istrahat cukup lama kami pun mulai packing kembali dan siap siap menuju shelter 1.

Pos 3 – Shelter 1 (2500 mdpl)

Dari Pos 3 menuju Shelter 1 dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 45 menit melalui hutan tropis basah dengan medan yang cukup terjal dan Hawa dingin mulai terasa dibadan kami, sampai di shelter 1  terdapat tanah lapang dan kami beristrahat sejenak mengumpulkan tenaga yang sudah mulai terkuras dari tadi dan memakan makanan ringan yang kami bawa untuk pengganjal lapar,

saat beristrahat kami pun berjumpa dengan para pendaki luar daerah tepatnya dari pulau jawa, setelah itu kami melanjutkan kembali perjalanan menuju shelter 2.

Shelter 1 – Shelter 2 (2950 mdpl)

Menuju Shelter 2 jalurnya lebih menanjak daripada jalur sebelumnya, Dari Shelter 1 menuju Shelter 2 dapat di tempuh dalam waktu 3,5 jam, hari pun semakin sore kondisi fisik kami yang benar benar mulai terkuras, kebetulan kami mendapati hari yang cerah saat matahari yang mulai tenggelam yang dapat kami lihat dari sela sela daun pepohonan membuat kami bersemangat kembali melihat keindahan alam ini walau kaki ini sudah lelah berjalan dan memikul carrier yang berat ini dan hawa dingin kian terasa ditubuh ini dan pada akhirnya kami sampai di shelter 2,
hari pun sudah mulai gelap, Di Shelter 2 terdapat rangka besi yang sangat cocok untuk tempat camp sebelum ke puncak dan kami pun memutuskan untuk mendirikan tenda di shelter 2 karna kondisi fisik yang sudah lelah dan hari pun mulai gelap. Kami pun berbagi tugas sebagian mendirikan tenda dan sebagia mencari kayu untuk api unggun dan memasak tentunya heheheh udah lapar dari tadi,,, makan bersama sama ditemani dengan kop hangat di depan api unggun dan bercengkrama ria,,, kami pun istrat pukul 10.00 malam untuk menjaga kondisi melanjutkan perjalanan subuh subuh karna perjalanan masih cupuk jauh.

Shelter 2 – Shelter 3 (3200 mdpl)

Pagi pukul 2.00 kami siap siap kembali melanjukan perjalanan menuju shelter 3, Perjalanan dari Shelter 2 menuju Shelter 3 ditempuh dalam waktu 1,5 jam perjalanan melalui jalur air yang menanjak dan licin. Jalur berupa terowongan dengan medan yang terjal terkadang kami harus berpegangan pada akar pohon. Sesampai di Shelter 3 kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa, tampak di kejauhan  Danau Gunung Tujuh dan desa Kersik Tuo yang terlihat jelas jika cuaca tidak berkabut.


Shelter 3 merupakan tempat datar yang terbuka dan luas di sisi kiri jalur pendakian, disini juga terdapat sumber air. Disini suhu yang amat dingin walau sudah pake baju berlapis lapis dan jaket yang tebal dan tangan sudah mulai dingin, kami pun melajutkan perjalanan kembali menuju puncak karna terlalu lama berdiam diri membuat kami tambah kendinginan kami pun berjalan perlahan lahan.

Summit Attack Shelter 3 – Puncak Kerinci (3805 mdpl)

Dari Shelter 3 kita sudah bisa melihat bagaimana medan menuju Puncak Gunung Kerinci. Kita akan melalui medan bebatuan dan berpasir mengikuti beberapa punggungan.
Perjalanan dari Shelter 3 menuju Puncak Gunung Kerinci dapat ditempuh dalam waktu 3 jam. 15 menit. Jalur menuju puncak cukup extrem kami berjalan di lereng bebatuan dan pasir yang membuat sepatu kadang terbenam sehingga sulit berjalan, sewaktu perjalanan menuju puncak kami pun sempat dapat kabut, kita mesti hati hati dan jangan lupa melihat teman yang berada di belakang dan jangan sampai terpisah dan kami memutuskan untuk berdiam dulu disana sampai kabut mulai menghilang.




Setelah cukup lama berjalan kami menemui memoriam yang dikenal dengan Tugu Yudha, untuk mengenang seorang pendaki bernama Yudha Sentika yang hilang dan jasadnya tidak ditemukan. Tugu Yudha merupakan dataran luas padang pasir terletak persis di bawah puncak Gunung Kerinci dari sini kita dapat menyaksikan keindahan sunrise tapi sayang kami kurang beruntung karna cuaca berkabut tidak dapat melihat saat matahari muncul di arah timur..
Lepas dari Tugu Yudha kini kami hanya harus menaiki satu tanjakan panjang lagi untuk sampai ke puncak. Medannya berupa tanjakan terjal berpasir dan berbatu. Sangat sulit berjalan di medan seperti ini. Tenaga pun sudah terkuras dari tadi karna treknya bener bener deh… kami pun beristrahat sebentar dibalik batu menghangatkan badan dengan kopi yang dibuat sebelum muncak, dan Setelah melalui perjuangan panjang langkah kaki kami sampai lah di daratan yang tidak cukup lebar ini lah puncak gunung kerinci.. 3.805 mdpl..


Dan sewaktu memandang ke sekitar, luar biasa. Danau Gunung Tujuh tampak jelas dan indah sekali dari sini. gumpalan awan berlapis-lapis dibawah kami, samudera diatas awan. Luar biasa kami berdiri di ketinggian 3.805 Mdpl
Dengan senang hati bersama kawan kawan menikmati keindahan alam ini dengan berucap syukur alhamdulllah kami sampai disini dengan keindahan yang begitu sempuran tuhan ciptakan.. dan cukup lama kami di puncak kami pun mulai turun kembali menuju camp, Sebaiknya sebelum pukul 10.00 siang kita harus turun  dari puncak karena resiko kabut mulai turun dan membuat kita kesulitan untuk menemukan jalan turun. Sampai di camp kami pun langsung  memasak dan packing kembali untuk perjalanan turun.
Alhamdulillah, satu petualangan baru telah kami lakukan waktu itu tempat eksotis yang pernah kami datangi. Yaitu Gunung Kerinci. Sebuah gunung aktif yang sangat besar, disebut sebagai atap Sumatera, gunung berapi tertinggi di Indonesia. Akhirnya kami berhasil sampai kesini dan Terima Kasih Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah mengijinkan kami menikmati salah satu alam indah ciptaan-Nya.

By : TML Adventure

Dan tidak bosan bosannya “KEEP YOUR ADVENTURE SAFETY, SAVE OUR NATURE &  HAPPY” NIKMATI ALAM TANPA MERUSAK KEINDAHANNYA

“GUNUNG INDAH TANPA SAMPAH”








Share:

Translate

Our Facebook page