20 March 2015

Surga tersembunyi di Kaki Gunung Tandikek

perjalanan ini terjadi waktu kami ingin melakukan pendakian ke gunung tandike sumtra barat dan kami semuanya belum pernah pergi sebelumnya, jadi agar dapat terlaksana saya dan dua teman saya melakukan survey langsung jalur pendakian gunung tandikek dan bertanya sama penduduk setempat dimana jalur masuk ke gunung tandikek bagaimana trek pendakiannya dan apakah jalurnya jelas, dan penduduk setempak juga memberitahukam bahwasanya juga terdapak air terjun yang bagus di jalur pendakian gunung tandikek, dan kami pun sangat tertarik untuk mengunjungi dimana tempat air terjun tersebut, dan kali ini petualangan kami bukan ke gunung tandiket tetapi surga yg tersembunyi di kaki gunung tandikek.
Hari rabu tanggal 11 maret 2015 saya bertiga dengan teman melakukan pencarian dimana jalur masuk pendakian gunung tandikek di nagari singgalang tepatnya jorong gantiang kabupaten tanah datar, kalau kita dari padang panjang dapat ditempuh lewat pemandian lubuk matok kucing padang panjang. lanjut lagi kecerita saya sewaktu di gantiang tempat masuknya tujuang kita sambil cerita certa dengan penduduk setempat di sebuah kedai kopi bahwa terdapat air terjun yang bagus di kaki gunung tandikek dan kami pun menanyakan jalan menuju ke air terjun tersebut dan berapa lama jarak tempuh kesana dan setelah cukup informasi yang kami dapat saya dan teman pun langsung berangkat menuju air terjun tersebut.
Sebelum melanjukan perjalanan keair terjun pertama yang harus kita lakukan ialah meminta injin kepada pak jorong setempat dan kami pun minta injin ke pak jorong dulu baru melanjutkan perjalanan, selanjutnya kami memulai perjalanan melewati perkebunan penduduk setempat dengan hamparan tanaman hijau yang menyejukan mata dan kira kira 10 menit meleewati perkebunan warga baru kita masuk dalam lereng lurah dan melewati jalur aliran air sampai ke sungai,

foto perjalanan menuju air terjun menyisir sungai

dalam perjalanan kami pun beruntung dapat melihat beberapa ekor burung anggang (rangkong) dengan bunyi khas mereka seolah menyapa kedatangan kami, burung anggang merupakan burung yang mulai langka jadi buat semuanya agar dapat menjaga habitatnya dan tidak di buru, lanjut perjalanan saya dan teman setelah melewati lereng lurah sampai di batang aia (sungai) kami mesti menyebrangi dua batang aia, sebelum kita menyebrangi batang aia kita mesti melihat keadaan sekitar paka airnya dapat dilalu tampa tali tau tidak karna waktu itu aia sungi tidak besar kami dapat melaluinya tanpa bantuan tali, ingat kawan kawan jika kita bertualang melewati air kita harus selalu sedia tali yang cukup panjang untuk melintas jika sungai yang kita lewati cukup besar,

foto ketika sesudah melintasi sungai

dan selanjutnya kami menyusuri batang aia kedua untuk sampai ketujuan kira kira membuthkan waktu lebih kurang 30 menit untuk sampai di air terjun dan menyiriri batang aia tersebut berpijak pada batu batu di tepi batang aia kita mesti hati – hati karna batu batu tersebut cukup licin dan kami pun harus berjalan berdekatan agar dapat saling menjaga satu dan lainnya setelah melakukan perjalan selama 30 menit kami pun sampai di air terjun lubuak batang aia duo yg pertama 

air terjun lubuak batang aia duo yang pertama

dan memang betul tempatnya begitu bagus, indah dan masih asri kami pun langsung mengabadikan tempat yang indah ini kedalam sebuah foto. Selesai menikmati idahnya air terjun pertama kami melanjutkan kembali  perjalan ke air terjun berikutna yang letaknya tidah jauh dari air terjun pertama hanya beberapa meter dari bawah tetapi kita melaewatinya dengan memanjat tebing batu yang cukup landai dengan berpegangan dengan urat pepohonan

foto ketika memanjak tebing batu

dan melewati semak semak dan sampai di air terjun kedua yang bentuk lubuknya hampir persisis dengan air terjun pertama tepati lubuaknya lebih dalam dari yang pertama dapat dilihat dengan warna airnya lebih gelap dan kebiruan dari yang pertama disini kami hanya mengambil foto saja 

air terjun lubuk batang aia duo yg kedua

lokasi air terjun lubuk batang aia duo yg kedua

dan tidak lama berfoto kami melanjutkan ke air terjun yang terkhir dengan jarak tempuh kira kira 15 menit untuk sampai dengan mendaki lereng lurah sampai jalan merunduk melewati tumbuhan rotan dan lanjut berjalan di tepi batang aia dengan bebatuan yang cukup besar, sesampai di air terjun kami dikejutkan dengan seekor kucing besar (harimau dahan) yang sedang berjalan di tepi air terjun rasa yang bercampur aduk terdiam takuk dan terpukau melihat secara langsung di alamnya kami pun tidak sempak mengabadikan kedalam foto karna hanya terdiam dan terpukau melihatnya dan harimau tersebut langsung berjalan menuju rimbumnya semak,
harimau yang kami lihat di air terjun terakhir (foto di
ambil dari goggle) 

foto air terjun terakhir tempat kami melihat harimau

seumur umur pergi bertualang baru kali ini kami melihat harimau langsung dihabitatnya, ini benar benar pengalaman sangat berharga buat kami bertiga karna bru kali ini kami melihat harimau secara langsung di habitatnya dan untuk keamanan kami bertiga langsung saja kami putar belakang dan turun menuju air terjun yang pertama agar kami merasa aman,,,
Sampai di air terjun pertama kami bertiga pun beristrahat memasak dan bercerita tentang harimau yang kita liat tadi, kami pun benar benar tidak menyangka akan sampai bertemu si kucing besar itu yang terpinting kita jangan membuat gerakan keut waktu bertemu agar hewan tersebut tidak merasa terancam dan menyerang balik kita, dan setelah beristrahat sebntar kami pun menyempatkan untuk mandi di lubuk air terjun sebntar dan melanjutkan peralanan pulang…

By : TML Adventure

Apupun yang kita temui di hutan atau di gunung jangan lah kita merusak dan mengusik faunanya tetapi jaga dan lestarikanlah agar penerus kita dapat menikmati keindahan dan faunanya,,


Salam rimba dan salam lestari

Share:

3 comments:

  1. Salam lestari dri j-pas adventure bkkt

    ReplyDelete
  2. Hebat anda semua sobat selamat mengembara. Setiap perjalanan tulis di Blog anda supaya tersebar keseluruh dunia keindahan Ranah Minang

    ReplyDelete
  3. Juga Jaga kelestarian lingkungan.

    ReplyDelete

Translate

Our Facebook page